Artikel Komputer, Artikel tentang Komputer, Article Computer, Tutorial tentang Komputer, Tips-trik, Windows, Trouble shooting, Hardware, Software, Source Code, Blog, Blogger, Blogspot, Harddisk, Printer, Download, Scanner, CD-DVD ROM, USB Flash Disk, Facebook, KeyLogger, Virus, Bluetooth, Carder, Data Recovery, Game gratis, Google, Hacks, Internet, Networking, Password, Ping service, Search Engine, Teknologi, Tools, Windows XP, Vista, Wireless

25 June 2009

Mengatasi Flash Disk Bermasalah

Masalah yang cukup sering dijumpai dalam penggunaan USB flash disk adalah tidak terdeteksinya perangkat tersebut oleh Windows. ini antara lain ditandai dengan tidak munculnya ikon “removable hardware” pada system tray. Tanda lain adalah tidak adanya drive USB flash disk di Windows Explorer.

Masalah ini cukup sering dijumpai pada komputer yang penggunaan sumber daya sistemnya (apalagi RAM) cukup tinggi sehingga pendeteksian keberadaan perangkat baru menjadi terganggu.

Berikut ini langkah-langkah untuk mengantur pendeteksian USB Disk secara manual di Windows XP

1. Buka menu Add Hardware dengan cara mengklik [Start]>[Control Panel]>[Add Hardware]. Jika menu tersebut belum terlihat, klik [Switch to Classic View] yang ada di menu sebelah kiri.
2. Setelah menu tersebut dipilih, maka akan muncul wisaya yang menuntun pada proses pendeteksian hardware, Klik [Next]
3. Sistem selanjutnya akan memeriksa keberadaan hardware baru yang sudah tertancap namun belum terdeteksi. Kalau USB flash disk sudah berhasil dikenali, muncul salah satu hal dari hal-hal berikut ini : Muncul menu autorun, Pernyataan bahwa USB flash disk mendukung koneksi USB yang lebih cepat, Muncul ikon “Removable hardware “pada systen tray dan Muncul dirive baru di Windows Explorer atau My Computer.


4. Kalau salah satu hal tersebut terjadi, pendeteksian tidak perlu diteruskan. Klik [Cancel] pada tampilan berikutnya.

Nah, biar enggak bolak-balik Control Panel setiap kali ada perangkat USB yang dicolok, buatlah shortcut [Add Hardware] di Quick Launch Toolbar. Langkah-langkah seperti berikut ini.

1. Buka Control Panel dan ubah tampilannya ke mode “klasik” (switch to Classic Mode) seperti langkah 1 di atas.
2. Seret ikon Add Hardware dan jatuhkan ke Quick Launch Toolbar. Kalau toolbar tersebut belum muncul, Anda dapat mengaktifkannya dengan klik kanan pada taskbar, klik [Propertis]>[Taskbar]. Kemudian, beri tanda centang pada [Show Quick Launch].

Selamat mencoba...
Share:

24 June 2009

Membuat Email Dengan Domain Sendiri (nama@domainmu.com)

Pasti semua orang ingin mempunya email dengan nama domain-nya sendiri, misalnya namamu@domainmu.com. Nah sekarang ini google menyediakan fasilitas untuk membuat email seperti itu dengan cara yang lumayan mudah. Tapi sayangnya saat ini fasilitas tersebut belum bisa digunakan untuk blog yg masih menggunakan domain xxxxxxxx.blogspot.com. Fasilitas ini hanya untuk yang memiliki domain sendiri, misal domainmu.com, .net, .org, dan top level domain lainnya. Bagi yang ingin, cara nya segera beli domain, terserah mau beli dimana and harganya berapa. Nah yang pakai domain "co.cc" bisa apa tidak? "bisa", tapi sekarang kita bahas daulu yang pakai domain .com /.net /.org, dll dulu. bagi yang punya domain "co.cc" harap sabar ya.
Sekarang mari kita mulai tutorialnya bagaimana cara membuat email sendiri.

1. Buka alamat ini : http://www.google.com/a/cpanel/domain/new
2. maka kamu akan langsung disuguhi form seperti ini:



3. Isikan nama domain kamu didalam form tersebut lalu klik tombol "Get Started"
4. Kemudian akan muncul fomr lagi untuk mengisikan data-data yang diperlukan, Kalau sudah diisi klik "Continue"
5. Setelah itu akan muncul menu2 seperti ini :





6. Klik pada link "Activate email".
7. Setelah itu akan muncul lagi halaman untuk "Setup Email Delivery" , itu untuk setting MX Record. Caranya yaitu dengan mengisikan MX Record kamu dengan data2 yang ada disana. Datanya seperti ini :

MX Server address Priority
ASPMX.L.GOOGLE.COM. 10
ALT1.ASPMX.L.GOOGLE.COM. 20
ALT2.ASPMX.L.GOOGLE.COM. 20
ASPMX2.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX3.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX4.GOOGLEMAIL.COM. 30
ASPMX5.GOOGLEMAIL.COM. 30


Bagi yang menggunakan DNS setting dari DNS park caranya yaitu : Klik domain kamu yg berada di "Domain list". Setelah itu pilihan "Type" pilih yg "MX". Pada kolom "Mail Domain" kosongi saja kolom tersebut. Pada kolom "Order" isikan data2 "Priority" diatas. Trus pada kolom "mail server" isikan dengan data "MX Server Address" diatas kemudian klik tombol "Update All". begitu terus sampai data diatas dimasukkan semua.

Bagi yang menggunakan DNS setting dari dodoldomain.com caranya : masuk ke menu "Domain-->LIst last 10", trus klik link "Managed DNS", kemudian klik tombol Manage DNS Record. Setelah itu klik tombol "MX Records" trus klik tombol "Add MX Record". Untuk kolom "Value" pilih yg bawah (yg "Type In A Fully Qualified Domain Name eg. abc.pqr.com.') . isikan data "MX Server address" di kolom tersebut. kemudian isikan data "Priority" dikolom "MX Priority". begitu terus sampai selesai semua data dimasukkan.
8. Kalau sudah selesai klik tombol " I have completed these steps". Maka akan muncul page seperti ini lagi.



9. Sebenarnya sampai disini sudah bisa selesai, tapi untuk membuka email, kita harus mengetikkan alamt URL seperti ini "http://mail.google.com/a/domainmu.com" . Nah kalau misalnya ingin menggantinya menjadi seperti : "http://mail.domainmu.com" maka ikuti lagi langkah berikut ini.

10. Klik link "Email" maka akan muncul halaman "Email setting"
11. Trus klik link "Change URL" , kemudian akan muncul halaman untuk "Change URL for email".
12. Pilih yg "custom" trus klik tombol "Continue".
13. Setelah itu kamu setting dulu DNS kamu, Tambahkan "CNAME Records" dan isikan "mail" di kolom "Hostname" dan isikan "ghs.google.com" dikolom http://naldoton.blogspot.com"Value"
14. Setelah itu klik tombol "I have complete these step"

Nah sekarang anda sudah bisa memiliki email dengan nama domain blog sendiri. Untuk setting2 lainnya pelajari sendiri ya.
Share:

21 June 2009

Cara Menganalisa Suatu Virus

Virus-virus yang tersebar di internet semakin hari bertambah banyak sehingga banyak perusahaan-perusahaan penyedia antivirus seperti kaspersky, McAffe, Norton dan sebagainya berlomba-lomba membuat antivirus yang sangat ampuh.
Pembuatan suatu antivirus sendiri tentunya tidak bisa lepas dari pengenalan virus itu sendiri. Kita harus menganalisa cara kerjanya, apa saja yang mampu di perbuat oleh virus itu, apa saja yang diinfeksi dan sebagainya.
Untuk melakukan analisa suatu virus biasanya membutuhkan tool-tool yang dapat menganaliasa suatu virus secara mendetail dan cepat.
Berikut terdapat beberapa tools yang dapat anda gunakan untuk menganalisa suatu virus.

1. Malcode Analysis Pack
(http://labs.idefense.com/software/download/?downloadID=8)
Tool ini terdiri dari bermacam-macam aplikasi yang dapat membantu anda menganalisa suatu malcode.
Contohnya seperti ShellExt, socketTool, fakeDNS, Sheilcode2Exe dan sebagainya.

2. Autorun For Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb963902.aspx)
Aplikasi ini digunakan untuk mengetahui lokasi auto-starting dari startup monitor yang berada di windows.
Aplikasi ini akan menunjukkan program yang berjalan saat sistem melakukan bootup atau login.

3. RegMon for Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896652.aspx)
Tool ini bisa menampilkan aplikasi mana saja yang sedang melakukan akses registry pada sistem anda.
Semua akan ditampilkan secara real-time

4. FileMon for Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896642.aspx)
Tool ini akan menampilkan system activity dari sebuah file dalam operating system secara real-time.

5. Multipot (http://labs.idefense.com/software/download/?downloadID=9)
Aplikasi ini di desain untuk mengumpulkan malicious code yang banyak terdapat di internet.

6. Process Explorer for Windows
(http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896653.aspx)
Tool ini mengetahui informasi mengenai handles dal DLLs proses yang sedang terbuka.
Aplikasi ini akan menunjukkan list dari proses yang sedang aktif saat itu.

7. Resource Hacker (http://www.angusj.com/resourcehacker/)
Tool yang bisa digunakan untuk mengubah resource pada win32 executables serta resource file yang lain.


8. Rootkit Unhooker (http://www.antirootkit.com/software/RootKit-Unhooker.htm)
Aplikasi untuk mendateksi rootkit.
Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain Ultimate Drivers Detection, Hidden File Detection dan sebagainya.

9. SysAnalyzer (http://labs.idefense.com/software/download/?downloadID=15)
Tool ini mampu menganalisa malcode run time secara otomatis untuk memonitor apa yang sedang dilakukan oleh sistem dan proses yang sedang berjalan.

10. PE iDentifier (http://www.peid.info/)
Aplikasi ini digunakan untuk mendeteksi packers,cryptors.
Tool ini mampu mendeteks lebih dari 600 signatures yang berbeda dari PE file.

11. VB Decompiler Lite (http://www.vb-decompiler.org/download.htm)
Sebuah program decompiler untuk program yang berextensi EXE, DLL dan OCX.

12. MiTec EXE Explorer (http://www.mitec.cz/exe.html)
Tool ini diciptakan sebagai executable reader.
Aplikasi ini mampu membaca dan menampilkan executable file properties dan struktur dari sebuah file yang dianalisis.
Share:

Definition List

Spread Firefox Affiliate Button

Unordered List

Support

Artikel tentang Komputer